Ceita Mukidi Part 2 : Kursi Roda

Ceita Mukidi Part 2 : Kursi Roda
Ceita Mukidi Part 2 : Kursi Roda
Mukidi masuk ke bar. Belum sampai di meja bar, dia melihat seorang bapak tua terduduk di lantai.
Mukidi menolongnya berdiri. Tidak berhasil. Pak tua itu seolah-olah tanpa tulang. Dicobanya sekali lagi, lagi-lagi pak tua tadi menggelosor ke lantai.
“Wah mabok berat rupanya.” Pikir Mukidi. Diapun mulai memesan minum. Setelah selesai minum, dia menghampiri pak tua malang tadi yang masih posisi seperti semula.
Dikeluarkan dompet milik pak tua, kemudian dicari KTPnya, lantas Mukidi yang baik ini mengantar pulang ke rumahnya sesuai alamt di KTP.
Di depan pintu rumahnya dia berusaha menegakkan pak tua tadi, tetapi ya itu tadi nggelosor lagi, nggelosor lagi…..
Setelah menekan bel, seorang wanita yang mungkin isterinya membukakan pintu.
“Apakah betul ini rumah pak Tarbok?” tanya Mukidi.
Wanita itu mengangguk. “Syukurlah.”  Gumam Mikidi.
”Anda baik sekali sudah menolong suami saya pulang ke rumah. Tapi ngomong-ngomong, mana kursi rodanya?” tanya Wanita kepada Mukidi.

No comments:

Post a Comment

Saran dan Kritik Selalu Kami Harapkan, Demi Perbaikan Website Ini

Disclaimer | Privacy | TOS | Sitemap | About | Contact Me

Copyright © Kubah Dunia. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design